Cari Blog Ini

Jumat, 25 Maret 2011

Tugas 3 Teori Organisasi Umum 2


TUGAS 3
1.      Pengertian Produsen
2.      Fungsi-fungsi Produsen
3.      Macam-macam Biaya
4.      Penerimaan / Keuntungan :
·  Total
         · Marginal
·  Rata-rata

 Jawab:
1.      Produsen
Produsen dalam ekonomi adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
2.      Fungsi Produksi
Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan dengan lancar dan hasil produksinya pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh pemakainya.
Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian, akan tetapi bersama-sama dengan bagian – bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu perlu diadakan koordinasi kerja, agar semua bagian dapat berjalan dengan beiringan, sehingga akan mencegah terjadinya benturan – benturan antar bagian.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan yang baik saja pun akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya, ternyata harus di pikirkan juga agar jangan sampai terjadi hasil produksinya bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk memproduksinya terlalu besar.
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu.

Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :

1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga

Jumlah produk yang dihasilkan sebaiknya direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akan mengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.

Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.

Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :

1. Perencanaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas

3. Macam Macam Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi. Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.

Biaya Pabrikasi :
1.Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
2.Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
Biaya Non-pabrikasi :
3.Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
4.Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan
Departemen :
5.Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
6.Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.
Periode Akuntansi :
7.Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
8.Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.
Volume Produksi :
9.Biaya Tetap (FC) : Biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
10.Biaya Variabel (VC) : Biaya yang bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
4. Penerimaan / Keuntungan
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.
Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P

1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.

Tugas 2 Teori Organisasi Umum 2


TUGAS 2
1.      Pengertian perilaku konsumen
2.      Pendekatan cardinal & ordinal
3.      Definisi elastisitas
4.      Macam-macam elastisitas
JAWAB

1. Perilaku konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik.Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

2.   Pendekatan Kardinal dan Ordinal
Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :

1.Pendekatan Cardinal
2.Pendekatan Ordinal

Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:

a. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
b. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.

Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.

Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.

Asumsi seorang konsumen

1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran

Pendekatan Ordinal

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.

Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :

1. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

Pendekatan ordinal membutuhkan tolak ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama
3.  Elastisitas
             Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional
dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya.

Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

Definisi paling umum koefesien elastisitas diukur dari persentase perubahan kuantitas barang dibagi dengan persentase perubahan harga. Secara sederhana kalimat tersebut dapat dirumuskan atau secara umum, elastisitas "y terhadap x".

4. Macam – Macam Elastisitas

1. Elastisitas Harga Permintaan
        Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak  permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Permintaan
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,
atau
Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).
Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :
Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa.
2. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan
Ada lima jenis elastisitas permintaan :
1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis. 3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis. 4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.

3. Elastisitas Harga Penawaran
Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Penawaran
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,
atau
Keterangan
:
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
4. Jenis-jenis Elastisitas Penawaran
Ada lima jenis elastisitas penawaran :
1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran  tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan   harga.
4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Jumat, 04 Maret 2011

Tugas 1 Teori Organisasi Umum 2

        TUGAS 1
  1. Definisi ekonomi & masalah pokok
  2. Sistem perekonomian 
  3. Pengertian permintaan & penawaran, serta hukum permintaan & penawaran 
  4. Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran 
  5. Metode penentuan harga 
    Jawab :  

1. Ekonomi dan masalah pokok
Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu masyarakat tertentu memecahkan masalah ekonomi. Yang menjadi masalah pokok dalam ekonomi, yaitu muncul ketika kelangkaan akan factor produksi digunakan untuk berbagai macam tujuan, dan seandainya factor produksi tidak mengalami kelangkaan, mungkin masalah ekonomi tersebut tidak akan muncul.
            Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka manusia harus memilih barang-barang mana yang perlu dihasilkan agar mendapatkan hasil kepuasan yang maksimum. Karenanya, timbullah 3 masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini :
1)    Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what)
2)    Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan (how)
3)    Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan (for whom)
What
What berdasarkan dengan kebutuhan apa yang paling mendesak bagi masyarakat. Jika masyarakat menginginkan suatu barang tertentu, maka diproduksilah barang tersebut, sehingga hasil produksi bisa terserap oleh masyarakat.
How
How berkaitan dengan teknik bagaimana menghemat sumber daya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Misalnya dengan menggantikan produksi manual dengan produksi secara mesin.
For whom
For whom menyangkut siapa yang akan memakai barang hasil produksi, misalnya ada barang yang khusus untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, kemudian barang khusus untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah dan seterusnya.                                 

2. Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah suatu perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa (what), bagaimana (how), dan untuk siapa (for whom) barang diproduksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada system ekonomi yang dipilih. Pada dasarnya, hanya ada dua bentuk sistem ekonomi, yakni sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Akan tetapi, pada realitanya tidak ada satu Negara pun yang melaksanakan dua sistem tersebut secara murni.
Untuk pemahaman lebih jelas, akan saya paparkan bentuk sistem ekonomi yang eksis sampai sekarang.
·        Sistem Ekonomi Tradisional : suatu sistem ekonomi yang dalam pelaksanaannya (mengacu pada 3 kata Tanya : apa, bagaimana, dan untuk siapa) menggunakan adat atau tradisi turun temurun.
·        Sistem Ekonomi Komando :  suatu sistem ekonomi dengan perencanaan terpusat, dan biasanya pemerintah sangat dominan karena diwujudkan dengan satu komando, baik produksi maupun konsumsi.
·        Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalis/liberal) : suatu sistem ekonomi yang menyerahkan semua jawaban permasalahan ekonomi kepada pasar (antonim dengan sistem ekonomi komando yang dikendalikan oleh pemerintah). Dalam sistem ini, sistem harga, pasar, dan laba sangat menentukan jawaban terhadap pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa.
·        Sistem Ekonomi Campuran : suatu sistem yang mengambil sebagian unsur-unsur pasar, tradisional, dan komando, karena dilandasakan oleh kesadaran saling ketergantungan antarnegara dan adanya pengaruh ekonomi global.
      3. Permintaan dan penawaran dan Hukum permintaan dan penawaran
Permintaan adalah suatu kondisi yang menunjukkan jumlah produk (baik barang maupun jasa) yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu dan hal lain dianggap konstan (tidak berubah). Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara perubahan harga terhadap perubahan barang yang diminta, dan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya : “bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan sayrat ceteris paribus”.
Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per bulan, per tahun). Hukum permintaan menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya : “bila harga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik, sebaliknya bila harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan”.
Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada.
Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

     4. Faktor – Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
Faktor yang mempengaruhi permintaan :
·        Pendapatan konsumen
·        Harga barang yang berkaitan
·        Selera
·        Intensitas kebutuhan
·        Harapan di masa yang akan datang (ekspetasi)
Sedangkan faktor yang mempengaruhi penawaran adalah :
·        Harga
·        Harga input (faktor produksi)
·        Teknologi
·        Ekspetasi produsen
·        Jumlah perusahaan dalam industri
·        Pajak dan subsidi
      5. Metode Penentuan Harga
Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.
Metode Penetapan Harga Berbasis Laba                                                      
Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam mpenetapan harganya. Upaya ini dapat dilakukan atas dasar target volumelaba spesifik atau dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap penjualan atau investasi. Metode penetapan harga berbasis laba ini terdiri dari target profit pricing, target return on sales pricing, dan target return on investment pricing.
Metode Penetapan Harga Berbasis Persaingan                                                      
Selain berdasarkan pada pertimbangan biaya, permintaan, atau laba, harga juga dapat ditetapkan atas dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing. Metode penetapan harga berbasis persaingan terdiri dari customary pricing; above, at, or below market pricing; loss leader pricing; dan sealed bid pricing.

Selasa, 21 Desember 2010

Cara Mengamankan Data dari Penyalahgunaan Data


Untuk menghindari penyalahgunaan data maka data harus disimpan dengan baik. Oleh sebab itu data harus disimpan dengan berbagai macam cara untuk mengamankan dari ganguan virus atau orang yang tidak bertanggung jawab. Contoh lain penyalahgunaan data adalah untuk tujuan tindak kejahatan seperti penipuan, pemerasan, pengerusakan harta. Karena data merupakan suatu hal yang penting bagi semua orang. Data digunakan untuk memperoleh suatu informasi. Dalam era komputerisasi saat ini, data - data biasanya disimpan pada hardisk atau removable disk. Celakanya bagaimana jika data data pada tempat penyimpanan tersebut data - datanya diserang dirusak virus komputer.
Cara untuk mencegahnya biasanya dengan menggunakan software antivirus. Namun kelemahannya terkadang data yang diserang tidak bisa diselamatkan.
Lalu bagaimana cara mengamankan data dari virus ?
Berikut ini cara mengamankan data dari serangan virus dan penyalahgunaan data :
1. Compres data menggunakan winzip atau winrar. Karena belum ada virus yang bisa menginfeksi file dalam format *.zip.
2. Simpan data dalam format *.txt. Caranya buka notepad, lalu masukan hasil ketikan dan save.
3. Opsi lain adalah dengan menyimpan data dalam format html. Caranya save as dokumen ubah type filenya menjadi html.
4. Simpan data di tempat yang paling aman yang tidak diketahui orang banyak dan simpan data yang sangat penting pada orang – orang yang anda percaya dapat menjaganya dengan baik.
5. Jika terjadi penyalahgunaan segera melakukan tindakan secepat mungkin. Agar tidak terjadi penyebaran yang meluas.

Rabu, 01 Desember 2010

Perkembangan dan Hambatan dalam Komunikasi

    
      Dalam melakukan komunikasi setiap orang medapatkan kendala dalam menyampaikan informasi. Maka dari  itu  apa saja yang menjadi hambatan / kendala dalam menyampaikan informasi serta perkembangan tentang informasi.  Dengan mengetahui tentang hambatan dalam berkomunikasi maka  komunikan akan dapat lebih baik dalam menyampaikan informasi.

FASE, TUJUAN DAN HAMBATAN KOMUNIKASI

Perkembangan komunikasi terbagi dalam 2 tahap:
a.      Fase Ekstensif:
      Fase dimana terjadi perkembangan cepat informasi secara kuantitatif.
b.     Fase Intensif
      Perkembangan cepat secara kualitatif. Dalam perkembangan ini sering             kali saluran komunikasi tidak dapat menampung kebutuhan informasi             sehingga akan mengakibatkan :
§           Pemimpin menghadapi beban kelebihan informasi
§           Kesulitan penyimpanan serta pengambilan informasi dari tempat penyimpanan semula
§           Gangguan dalam proses umpan balik
§           Gangguan dalam waktu pelepasan informasi
§           Pemanfaatan tak efektif jaringan komunikasi yang ada

Tujuan Komunikasi
Menurut James. G. March dan Herbert A. Simon tujuan komunikasi digolongkan dalam:
a.      Kegiatan untuk kegiatan komunikasi tidak terprogram
             Contoh: Desas-desus, Kata burung, Grapevine.
b.      Komunikasi memulai dan penciptaan program
c.       Komunikasi pemberian data penerapan strategi
d.      Komunikasi untuk menimbulkan program
e.       Komunikasi tentang hasil kegiatan

Hambatan Komunikasi
Bentuk-bentuk hambatan komunikasi diklasifikasikan menjadi 4 macam, hambatan tersebut adalah:

a.      Hambatan dalam diri pribadi
Faktor-faktor hambatan dalam diri pribadi:
             a. Persepsi Selektif)            
             b. Perbedaan dalam individu & ketrampilan komunikasi).

b.     Hambatan antar pribadi
Faktor-faktor yang menyebabkan adalah:
             a. Iklim)
             b. Kepercayaan)
             c. Kredibilitas)
             d. Kesamaan pengirim penerima

c.       Hambatan Organisasional
Faktor-faktor yang menyebabkan adalah:
             a. Status)
             b. Transmisi Hirarki)
                         Berikut adalah cara merubah transmisi hirarkis:
                                     Penyingkatan (codensation) :
                                     Penelitian menunjukkan bahwa para penerus berita                                 sering atau cinderung mengubah isi            berita  dengan                                    menyampaikan hanya pokok-pokok            berita (tidak                                                    secara terperinci seperti yang mereka trima).
                                     Closure:
                                     Para penerima berita yang mendua                                                                          (membingungkan) cenderung melengkapi atau                                                      menutup kekurangan informasi.
                                     Pengharapan (expectation):
                                     Kenyataan yang membuktikan penerus informasi                                      sering membelokkan komunikasi kearah yang                                                        mereka inginkan.
                                     Asosiasi:
                 Menghubungkan peristiwa yang satu dengan                                            yang lain  pada kejadian yang sudah-sudah.
             c. Ukuran kelompok)
             d. Kendala-kendala ruangan)

d.     Hambatan Organisasional
Faktor-faktor yang menyebabkan adalah:
             a. Bahasa dan pengertian)
             b. Isyarat Non Verbal)
             c. Efektifitas Saluran)
             d. Kebanjiran Informasi)
                         Berikut adalah cara metode untuk menangani kelebihan                          informasi (kebanjiran informasi):
Penyaringan (Filtering) :
                         Setiap informasi yang masuk disaring sesuai dengan tipe                          informasi tertentu yang relevan dengan keadaan.
                         Pengantrian (Queuing):
                         Pemrosesan berita –berita atas prioritas-prioritas dimana                          berita yang berprioritas rendah akan dijadwalkan ulang.
                         Penetapan saluran ganda:
                         Yaitu penambahan saluran-saluran masukan dan keluaran                     seperti penambahan saluran staf khusus atau paralel bila                                                 wewenang didesentralisasikan.
                        
Teknik Peningkatan Efektifitas Saluran Komunikasi
Teknik-teknik yang dikembangkan untuk mengimplementasikan perbaikan-perbaikan saluran komunikasi adalah sebagai berikut:
a.      Penetapan saluran-saluran pribadi
b.      Penetapan dewan khusus
c.       Penyelenggaraan pertemuan-pertemuan tahunan karyawan
d.      Pembentukan tim-tim tugas
e.       Pembentukan tim-tim manajemen

Sekilas Tentang Komunikasi

Komunikasi dalam manajemen sangat penting dilakukan. Tetapi bila terjadi miss komunikasi atau salah dalam berkomunikasi memnyebabkan kesalahan dalam mendapatkan informasi. Berikut ini perngertian komunikasi menurut tokoh – tokoh terkenal :

Menurut Keith Davis : komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain.

Menurut I Barnanrd : komunikasi adalah suatu alat dimana orang – orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.

Menurut O’Donnell : komunikasi adalah sebagai suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang yang lain.

TIGA UNSUR KOMUNIKASI:
a.      Pengirim berita (Komunikator/Sender)
b.      Penerima berita (Komunikan/Receiver)
c.       Berita atau Informasi


Dalam suatu organisasi komunikasi dilakukan untuk menyampaikan berita, perintah dari atasan, pemberitahuan kebijaksanaan perusahaan atau untuk menanggapi masalah bawahan atau keluhan bawahan. Dengan demikian keluhan antar karyawan maupun antar atasan-bawahan bisa dilakukan dengan baik.

Adapun agar komunikasi yang dilakukan antar 2 orang atau lebih bisa  berhasil baik harus memenuhi syarat – syarat berikut :
1. jelas             : Dinyatakan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh si penerima berita.
2. Tepat           : Dalam hal orang yang dituju untuk diberi berita atau informasi yang perlu disampaikan.
3. Sasaran        : Tujuan pemberian atau informasi sebaiknya sesuai dengan yang diharapkan si pengirim.

Adapun cara – cara komunikasi dilakukan bisa melalui :
  1. komunikasi langsung adalah komunikasi yang dilakukan dalam menyampaikan berita,laporan maupun perintah antara si pengirim berita kepada si penerima berita dilakukan secara langsung.(pada saat itu juga)
  2. komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang terjadi jika dalam menyampaikan berita tidak dilakukan secara langsung, hanya melalui orang lain ataupun secara tertulis.
  3. komunikasi horizontal adalah komunikasi yang terjadi apabila pesan, berita laporan maupun informasi yang disampaikan oleh si komunikator  kepada si komunikan. Bertujuan untuk menjalin hubungan baik dan untuk melakukan koordinasi dalam bekerja sama.
  4. komunikasi formal adalah komunikasi yang dilakukan antara sesama anggota organisasi disesuaikan dengan urutan dalam struktur organisasi. Dari atasan ke bawahan biasana digunakan untuk menyampaikan perintah. Tetapi dari bawahan ke atasan biasanya digunakan untuk menyampaikan perintah.
  5. komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.